October 13, 2010

Eat Pray Love




Hari Rabu 13 Oktober lalu, kita berkesempatan menonton Opening Movie nya Cosmopolitan Film Festival yang berlangsung dari tanggal 13 - 17 Oktober 2010 di Pacific Place Jakarta. Kok bisa tiba-tiba hadir di acara itu? Ada cerita lucu dan konyol mengawali tiket gratis/undangan itu. Sehari sebelumnya, sambil mendengarkan CosmopolitanFM di kantor, diadakan kuis dengan menjawab pertanyaan :

" Berapa Umur Christine Hakim, pemeran Wayan didalam film EPL?"

Kasak-kusuk tanya sama sahabatnya Jeung CH, lama dijawab bbm nya, lalu iseng browsing di Wikipedia, dapat lah jawabannya yaitu "54 Tahun". Langsung aku sms ke radio itu. Sambil menunggu pengumuman aku sibuk lagi dengan kerjaan dimeja. Nah pas pengumuman, nama ku dan no telponku sempet di sebut ama penyiar, cuma karena belum yakin, aku tunggu aja sampai ada yang mengubungi. Setelah di hubungi kalau kita menang 5 tiket nonton di Blitz.. Waaah luar biasa.. Ini yang namanya iseng-iseng berhadiah..

Ini ya Storyline aku kutip dari website :

Liz Gilbert (Roberts) had everything a modern woman is supposed to dream of having - a husband, a house, a successful career - yet like so many others, she found herself lost, confused, and searching for what she really wanted in life. Newly divorced and at a crossroads, Gilbert steps out of her comfort zone, risking everything to change her life, embarking on a journey around the world that becomes a quest for self-discovery. In her travels, she discovers the true pleasure of nourishment by eating in Italy; the power of prayer in India, and, finally and unexpectedly, the inner peace and balance of true love in Bali.
Written by Sony Pictures


Aku coba tulis lagi ya yang ada di Undangan :
Tidak ada yang salah dengan kehidupan Elizabeth Gilbert. Dia berpendidikan, berkeluarga, karier bagus dan sukses sebagai penulis. Sampai suatu saat dia menemukan bahwa kehidupan pernikahan nya tidak bahagia. Setelah melewati perceraian yang menyakitkan. Dia memutuskan melakukan perjalanan keliling dunia. Mencari apa yang sesuangguhnya di inginkan oleh dirinya. Dalam perjalanan mencari jati diri, ia menemukan kenikmatan makan di Italia (Eat), Spirtitualitas di India (Pray) dan berakhir di Bali, Indonesia untuk menemukan keseimbangan diantara keduanya (Love)

Terus terang agak berbeda dengan yang tertulis di buku, tetapi memang kadang sutradara mengemas film nya agar tidak terlalu membosankan. Aku secara pribadi suka film itu, banyak filosofi yang terkandung di dalamnya. Seperti yang banyak di tulis oleh Elizabeth Gilbert di website.
Bagi yang belum nonton dan memang suka dengan jenis film sejenis disarankan mampir di bioskop terdekat..

No comments:

Post a Comment