October 26, 2010

Weekend with Disney Live!






Weekend lalu berkesempatan nonton Disney Live! Winnie the Pooh di Istora Senayan. Alhamdulilah dadakan dapat undangan alias tiket gratis dari Pakde n Bude di Medan. Terima kasih ya undangannya karena mereka sudah tidak punya anak kecil lagi, maka ponakan-ponakan nya yang berbahagia mendapatkan jatah tiket. Makasih ya Bude + Pakde.. Aku berkesempatan momong si kecil-kecil itu.. :)

October 20, 2010

Cuplikan

Home Republika Online
Koran » Berita Utama
Minggu, 17 Oktober 2010 pukul 07:52:00
'Matah Ati', Demi Sebuah Pengakuan

Fitria Andayani

Mereka memilih Singapura untuk pentas perdana.


Panggung di Theater Hall Esplanade Singapura itu dibuat miring hingga 15 derajat. Di atas panggung itu pula, para penari terus bergerak. Mereka bertutur tentang kepedihan Raden Mas Said ketika harus berjuang melawan penjajahan Belanda. Para penari terus bergerak. Sesekali, terlihat hujan panah yang diramaikan dengan efek-efek khusus. Formasi pun tiba-tiba berubah ketika sang tokoh sentral dan 40 pasukan perempuan membentuk formasi setengah lingkaran. Sepanjang 90 menit pertunjukan, 20 adegan perjuangan Raden Mas Said hadir gegap gempita dari persembahan 95 penari Jawa, musisi gamelan, dan karawitan, serta 125 pekerja seni profesional.

Seperti itulah persembahan megah bernama 'Matah Ati' pada 22-23 Oktober nanti. Dalam kosakata Jawa, 'matah ati' berarti 'meladeni hati'. Inilah persembahan dari sebuah langendriyan atau opera tradisional Jawa. Judul ini diambil dari nama Rubiyah setelah dipersunting Raden Mas Said yang bergelar Mangkunegara, yaitu Raden Ayu Kusuma Matah Ati atau Raden Ayu Kusuma Patah Ati.

Tak ada dongeng di sana karena cerita itu adalah sebuah kisah nyata. Adalah Bendoro Raden Ayu (Bray) Atilah Soeryadjaya yang merupakan cucu Mangkunegara VII yang menuliskan kisah itu dalam bentuk sendratari 'Matah Ati'. Cerita indah ini dirajut dengan tema cinta, belas kasih, sukacita, keberanian, dan keputusasaan. Kisahnya pun dirangkai dengan jalinan artistik tari Jawa tradisional serta paduan musik dan teknik kontemporer. "Ini adalah sebuah pertunjukan sendratari bernarasi kisah cinta yang luar biasa, namun diungkapkan melalui seni tradisional," ujar Atilah yang dikenal pula sebagai pelestari budaya Indonesia, terutama Jawa.

Dengan keinginan untuk mengenalkan budaya Indonesia secara luas, pentas sendratari itu pun dibuat. Kali ini, dipilih kisah Kerajaan Mangkunegaran ketika melakoni masa perang saat penjajahan Belanda di abad ke-18. Sejak dua tahun lalu, Atilah telah menggodok ide, konsep, dan naskah sendratari ini. Demi menulis naskahnya, Atilah menempuh studi ekstensif melalui riset kepustakaan, napak tilas, dan wawancara langsung. Semua usaha tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang rinci dan fakta-fakta akurat tentang kisah RM Said dan Rubiyah.

Riset tersebut bukan perkara mudah. Kenyataannya, literature tentang Rubiyah sangat sedikit. "Kisahnya kebanyakan saya dapatkan dari seorang profesor sejarah asal Michigan, Amerika, yang memperdalam sejarah Kerajaan Solo," tuturnya.
Keterbatasan tersebut juga membuat Atilah mengolah data yang ada dengan memasukkan gagasan-gagasan tambahan sehingga kisah nyata ini menjadi sebuah tatanan cerita dan pentas seni yang utuh.

Bahkan, Atilah dan tim menyempatkan diri untuk berkunjung ke makam Rubiyah untuk mendapatkan sejumlah fakta sejarah. "Bukan dengan maksud klenik, namun untuk mendapatkan kedekatan dengan masa Rubiyah pernah hidup dulu," katanya.
Alhasil, dalam pementasan tersebut, penonton bisa melihat sebuah formasi setengah lingkaran itu. Ini sesuai dengan tata makam Rubiyah yang dikelilingi oleh makam prajurit-prajuritnya dalam bentuk setengah lingkaran.

Salah satu riset dilakukan dalam penggunaan kostum tari. "Kami menggunakan pakaian dan persiapan kuno milik kerajaan Mangkunegaran, " tutur Atilah. Ini terutama untuk kostum dua pemeran utama, yaitu RM Said yang diperankan oleh Fajar Satriadi dan peran Rubiyah yang dilakoni pada Rambat Yulianingsih. Selain dari Istana Mangkunegaran, Atilah juga menggunakan batik-batik tua dan aksesori koleksi almarhum desainer Iwan Tirta.

Sedangkan kostum penari lainnya kebanyakan menggunakan kain-kain baru yang penggunaannya disesuaikan dengan sejarah. "Jangan sampai kostum yang digunakan menyimpang dari cara berbusana masyarakat pada masa tersebut," katanya.
Meskipun demikian, terdapat pengembangan kostum yang dilakukan atas dasar keperluan pementasan. "Misalnya kain batik yang dijahit menjadi rok agar tidak repot saat berganti kostum," ujarnya. Kecuali untuk karakter Rubiyah yang kostumnya tetap dijaga keaslian material dan cara pakainya. Karakter ini membutuhkan lima kali ganti kostum dan riasan. "Kami latihan berkali-kali hingga bisa menemukan cara yang pas agar tidak memakan waktu lama saat berganti kostum," jelasnya.

Riset mendalam juga dilakukan pada gerak tari yang ditampilkan. "Kami berusaha untuk tetap menjaga esensi gerak tarian Mangkunegaran," ujar koreografer 'Matah Ati', Eko Supendi. Gerak tari Mangkunegaran, lanjut Eko, membutuhkan ruang gerak yang lebih luas. "Tidak sama dengan gerak tari khas Surakarta yang lebih halus," ujarnya.

Perhatian
Dan, panggung miring itu adalah milik Jay Subiakto, produser dan sutradara pertunjukan. Keinginan Jay hanya satu, yaitu agar seluruh gerak dan formasi tarian indah yang dihadirkan dalam 'Matah Ati' bisa disaksikan dengan leluasa oleh para penonton. "Dari depan panggung hingga balkon gedung pertunjukan," katanya. Panggung ini membuat para penari berlatih lebih keras, terutama dalam hal ekspresi. "Kebanyakan penari merasa takut menari di panggung miring tersebut," ujar koreografer 'Matah Ati' lainnya, Daryono.

Selain panggung yang miring, Jay juga menerapkan sistem sling untuk pertunjukan tari yang melayang. "Lagi-lagi kami tertantang untuk menghadirkan tarian yang indah tanpa ada sedikit pun berkas ekspresi ketakutan," ujar Daryono. Panggung di Theater Hall Esplanade Singapura itu pun menjadi pilihan demi sebuah pengakuan. Untuk kali pertama, sendratari 'Matah Ati' ditampilkan di luar negeri. "Fasilitas panggung di sana lebih memadai dan kami ingin mendapatkan pengakuan," kata Jay. Pengakuan tersebut diharapkan akan menjadi tiket bagi tim sendratari 'Matah Ati' untuk mendapatkan perhatian dari khalayak dalam negeri. "Mereka menganggap orang-orang luar negeri adalah guru dan kita muridnya," tuturnya. Sementara karya negeri sendiri dikomentari dengan kejam walaupun kualitasnya tak jauh berbeda dengan milik seniman asing.

Padahal, bukan hanya tampil, lagu dan permainan tradisional anak-anak Jawa juga akan menjadi bahan presentasi budaya di sejumlah universitas di Singapura. Setelah Singapura, sendratari 'Matah Ati' akan bergerak ke sejumlah negara di Eropa. Jay berharap nantinya sendratari tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Tak lain karena satu tujuan, yaitu membuat mereka mencintai karya negeri sendiri. "Kami ingin menularkan rasa kecintaan terhadap bangsa Indonesia kepada semua masyarakat Indonesia, terutama generasi muda," ujar Jay.

Di balik itu, Atilah sendiri juga berharap kisah 'Matah Ati' ini bisa mengembalikan citra Solo yang kini semakin identik dengan teroris. "Mungkin karena banyak drama penangkapan teroris yang terjadi di Solo," ujarnya.

ed: endah hapsari

October 13, 2010

Eat Pray Love




Hari Rabu 13 Oktober lalu, kita berkesempatan menonton Opening Movie nya Cosmopolitan Film Festival yang berlangsung dari tanggal 13 - 17 Oktober 2010 di Pacific Place Jakarta. Kok bisa tiba-tiba hadir di acara itu? Ada cerita lucu dan konyol mengawali tiket gratis/undangan itu. Sehari sebelumnya, sambil mendengarkan CosmopolitanFM di kantor, diadakan kuis dengan menjawab pertanyaan :

" Berapa Umur Christine Hakim, pemeran Wayan didalam film EPL?"

Kasak-kusuk tanya sama sahabatnya Jeung CH, lama dijawab bbm nya, lalu iseng browsing di Wikipedia, dapat lah jawabannya yaitu "54 Tahun". Langsung aku sms ke radio itu. Sambil menunggu pengumuman aku sibuk lagi dengan kerjaan dimeja. Nah pas pengumuman, nama ku dan no telponku sempet di sebut ama penyiar, cuma karena belum yakin, aku tunggu aja sampai ada yang mengubungi. Setelah di hubungi kalau kita menang 5 tiket nonton di Blitz.. Waaah luar biasa.. Ini yang namanya iseng-iseng berhadiah..

Ini ya Storyline aku kutip dari website :

Liz Gilbert (Roberts) had everything a modern woman is supposed to dream of having - a husband, a house, a successful career - yet like so many others, she found herself lost, confused, and searching for what she really wanted in life. Newly divorced and at a crossroads, Gilbert steps out of her comfort zone, risking everything to change her life, embarking on a journey around the world that becomes a quest for self-discovery. In her travels, she discovers the true pleasure of nourishment by eating in Italy; the power of prayer in India, and, finally and unexpectedly, the inner peace and balance of true love in Bali.
Written by Sony Pictures


Aku coba tulis lagi ya yang ada di Undangan :
Tidak ada yang salah dengan kehidupan Elizabeth Gilbert. Dia berpendidikan, berkeluarga, karier bagus dan sukses sebagai penulis. Sampai suatu saat dia menemukan bahwa kehidupan pernikahan nya tidak bahagia. Setelah melewati perceraian yang menyakitkan. Dia memutuskan melakukan perjalanan keliling dunia. Mencari apa yang sesuangguhnya di inginkan oleh dirinya. Dalam perjalanan mencari jati diri, ia menemukan kenikmatan makan di Italia (Eat), Spirtitualitas di India (Pray) dan berakhir di Bali, Indonesia untuk menemukan keseimbangan diantara keduanya (Love)

Terus terang agak berbeda dengan yang tertulis di buku, tetapi memang kadang sutradara mengemas film nya agar tidak terlalu membosankan. Aku secara pribadi suka film itu, banyak filosofi yang terkandung di dalamnya. Seperti yang banyak di tulis oleh Elizabeth Gilbert di website.
Bagi yang belum nonton dan memang suka dengan jenis film sejenis disarankan mampir di bioskop terdekat..

October 12, 2010

Timeline ooh Timeline

Beberapa bulan terakhir, saya sering banget memperhatikan Timeline teman-teman yang saya follow. Banyak orang, ada ponakan, temen lama, lebayer dan sohib akrab.

Karena twitter sudah lazim, maka ponakan saya yang SMP masa kini pun punya. Hebatnya dia bisa tiap menit ngetwit, dari mau brangkat sekolah sampe bejibunnya tugas-tugas yang dia dapat hari itu..

Sekitar 1 bulan lalu account nya dibajak ama sohib-sohibnya karena dia ketiduran, jadilah ada beberapa timeline nya yang jadi narsis.. banyak yang me-reply twit tersebut dengan jawaban macem macem, saya sambil baca senyam senyum aja.
Selanjutnya, bisa ditebak setelah dia menyadari ada pembajakan, dia ngomel-ngomel ama temen-temennya. Lucu ya kalau di pikir-pikir anak SMP jaman sekarang dengan segala kecanggihan teknologi sudah bisa membuat heboh dunia (lebay yah). Mereka pun pasti punya gebetan diantara followers nya itu..

Nah di era twitter sekarang ini bisa jadi first date bisa terjadi via twitter, ritual seperti jaman kita dulu sudah mulai tergeser, cara kita memandang seseorang pun sudah bergeser, praktis dengan membaca timeline kita bisa tau tipe seperti apa orang tersebut.. Fiuuuh.. :)

Karena hampir 2 tahun ini ikutan twitter, jadi bisa melihat gaya-gaya orang dalam menuliskan isi hatinya melalui social networking. Misalkan ada orang dikantor yang sehari-hari diem banget, mungkin karena pekerjaan nya memang selalu di depan komputer dan jarang bercanda, eh ternyata kalau membaca timeline dan melihat RT dan Reply nya diluar dugaan, kocak dan unik, kadang sampai tidak sangka comment itu muncul dari account nya.
Adalagi cewek cantik yang selalu jaim, pas buka twitter nya isi nya selalu keluhan tentang kemacetan dan kesengsaraan dia hari ini, jadi dia menggunakan sarana ini untuk berkeluh kesah, adalagi yang selalu me-RT kata-kata bijak, ada yang isinya drama melulu : "berantem ama ortu enaknya kabur aja, mau harakiri, mabok aja yuk, kalau bukan ortu udah gue ajak brantem lo...." widiih seraaam, biarpun hanya tulisan nya saja, tapi tetap saja membuat orang yang baca merinding dan berpikir karakter orang itu seperti apa.

Well sah sah saja sih mau menulis apa aja yang sesuai ama kata hati, toh kalau kita gak suka tinggal unfollow, muted. Itulah plus minus nya teknologi, dengan sekejap kita bisa menilai apakah orang itu baik atau buruk, tapi kan kita tidak boleh langsung men-judge kepribadian seseorang hanya dengan 160 karakter.

So bijak-bijak lah melihat sesuatu, selalu berpikirlah postif..
Di twitter kita tidak hanya bisa men-judge orang, tapi orang juga bisa men-judge kita. Yaaah Jaim-jaim gimana laah biar semua smooth.. :)

October 8, 2010

UMAY


Beberapa bulan ini baby P suka sekali dengan lagu-lagunya Umay yang di kemas dalam VCD dari salah satu FastFood terkemuka. Dia hafal sekali dengan lirik-lirik dalam tiap lagunya, Baby R suka ama judulnya Jadi Presiden, kalo adek suka ama judulnya Bunda.. Untuk yang judulnya Bunda itu memang lirik dan video klipnya menyentuh sekali..
Makasih ya Umay udah buat 1 album yang ditujukan buat anak- anak sehingga bisa menambah variasi lagu anak-anak sekarang yang semakin langka. Buat yang belum punya VCD nya bisa dicari di outlet-outlet terdekat. Sukses buat Umay dan di album berikutnya pasti anak-anak pada suka..

October 5, 2010

Karena Kusanggup..

Agnes Monica – Karena Ku Sanggup


biar aku sentuhmu berikanku rasa itu

pelukmu yang dulu pernah buatku

ku tak bisa paksamu tuk tinggal di sisiku

walau kau yang selalu sakiti aku dengan perbuatanmu

namun sudah kau pergilah jangan kau sesali


reff:

karena ku sanggup walau ku tak mau

berdiri sendiri tanpamu

aku mau kau tak usah ragu tinggalkan aku

kalau memang harus begitu


tak yakin ku kan mampu hapus rasa sakitku

ku selalu perjuangkan cinta kita namun apa salahku

hingga ku tak layak dapatkan kesungguhanmu


repeat reff [2x]



Lirik lagu Agnes Monica – Karena Ku Sanggup ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 terbaru.