February 9, 2012

Perjalanan dengan Sahabat Episode 2

Hari kedua liburan kali ini, kita sepakat untuk city tour ke tempat sejarah dan candi -candi. Pagi ini kita bangun jam 7 untuk sarapan sedikit yang di siapkan oleh guest house, karena rencana nya kita akan sarapan di Gudeg Yu Djum yang sangat terkenal itu. Setelah beres-beres dengan perlengkapan, kita menuju Gudeg yang lokasinya di sekitar area kampus UGM. Tempatnya masih asli, karena kita bisa melihat langsung dapur dan tempat pembuatan gudegnya.

Warung Gudeg dan Dapurnya
Nasi Gudeg + Krecek + Telor


Sarapan ke 2










Pose Terbaik Sarapan











Uniknya di depan tempat makan ini selalu ada pengamen keroncong, penyanyi nya perempuan separuh baya, diiringi dengan alat musik dan semuanya menggunakan seragam batik. Meskipun kadang suaranya standar, tetapi cukup menghibur pada saat kita sedang menyantap gudeg :)


Kemudian perjalanan langsung berlanjut ke Candi Borobudur. Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah, sekitar 40 km dari Yogyakarta. Menurut informasi yang saya kutip di wikipedia : Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Di setiap tingkat terdapat beberapa stupa. Seluruhnya terdapat 72 stupa selain stupa utama. Di setiap stupa terdapat patung Buddha. Sepuluh tingkat menggambarkan filsafat Buddha yaitu sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha di nirwana. Kesempurnaan ini dilambangkan oleh stupa utama di tingkat paling atas. Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala yang menggambarkan kosmologi Buddha dan cara berpikir manusia.
Arti nama Borobudur yaitu "biara di perbukitan", yang berasal dari kata "bara" (candi atau biara) dan "beduhur" (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadat penganut Buddha.

Masuk candi sekarang diwajibkan menggunakan kain batik untuk dililitkan di pinggang, menurut saya menjadi lebih tertib dan indah di lihat.
Sebelum Naik Puncak Candi
Pintu Masuk Candi
Pemandangan Dari Dasar










Panas terik siang itu tidak menyurutkan semangat kita untuk naik sampai di puncak, meskipun rasanya kulit sedikit terbakar dan berbau hotplate :) akhirnya sampai juga kita di puncak nya. Pemandangan terlihat jelas, serta bayangan gunung Merapi sangat indah.

 
Puncak Candi Terlihat
Payung Sangat Dibutuhkan :) 
Perjuangan Naik ke Atas

Bayangan Merapi Terlihat








Setelah kita sampai di puncak candi Borobudur, kemudian kita melanjutkan perjalanan sambil makan siang. Tujuan selanjutnya adalah Museum Ullen Sentalu. Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia.. 
Museum Ullen Sentalu, yang terletak di daerah Pakem, Kaliurang (bagian utara kota Yogyakarta) adalah museum yang menampilkan budaya dan kehidupan putri / wanita Keraton Yogyakarta beserta koleksi bermacam-macam batik (baik gaya Yogyakarta maupun Solo).
Museum ini juga menampilkan tokoh raja-raja (Sultan) di keraton Yogyakarta beserta permaisurinya dengan berbagai macam pakaian yang dikenakan sehari-harinya.
Nama Ullen Sentalu merupakan singkatan dari bahasa Jawa: “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filsafah ini diambil dari sebuah lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan wayang kulit (blencong) yang merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan menerangi perjalanan hidup kita.

Di Museum Ullen Sentalu, dapat diketahui bagaimana para leluhur Jawa membuat batik yang memiliki arti dan makna yang mendalam di dalam setiap coraknya. Ada juga berbagai sejarah mengenai keadaan budaya Jawa kuno dengan segala aturannya. Keadaan museum yang dibangun dengan baik, mampu membuat pengunjung seperti terserap ke masa Jawa kuno yang mengagumkan.
Brosur Ullen Sentalu

Tiket Masuk Museum

Papan Nama Museum

Barang Bukti :D
Pintu Belakang Museum
Selain ada Museum, kita bisa bersantap siang di Restoran Beukenhof, yang menyajikan makanan Eropa. Arti Beukenhof dalam bahasa Belanda adalah Bangunan yang dikelilingi pohon pohon. Suasana yang nyaman dan seperti rumah jaman dahulu membuat acara makan lebih nikmat. Setelah selesai makan dan mengunjungi Museum, kita kembali ke kota lagi untuk belanja dan makan malam bersama. 


Perjalanan 2 hari ini sangat berkesan bagi kami, karena kita semua berbagi tawa, canda dan keriaan. Semoga ada kesempatan lagi untuk kita berpergian bersama dan akan lebih seru lagi ditambah bersama keluarga dan anak-anak tercinta.


Sampai  bertemu di petualangan berikutnya.. :)
Balkon Restaurant

Suasana Dalam

Tampak Dalam

Fries and Sausage

Mashed Potato and Beef

High Tea




Berfoto Bersama

No comments:

Post a Comment